STMIK INDONESIA BANJARMASIN DIGEGERKAN DENGAN KEMUNCULAN POSTER JASA JOKI TUGAS

Muhammad Ramadhani
Seputar Kampus
17 January 2026
STMIK INDONESIA BANJARMASIN DIGEGERKAN DENGAN KEMUNCULAN POSTER JASA JOKI TUGAS

STMIK Indonesia Banjarmasin digegerkan dengan munculnya poster jasa joki tugas yang ditemukan di warung makan di belakang kampus. Poster tersebut menawarkan berbagai layanan, seperti pembuatan tugas, artikel, skripsi, pra-skripsi, proyek web, FoxPro, desain, laporan PKL, dan proposal.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Indonesia Banjarmasin, Irfan, menyampaikan keprihatinannya atas keberadaan poster tersebut. Menurutnya, praktik joki tugas sangat mengkhawatirkan karena bertentangan dengan prinsip pendidikan.

"Hal ini bisa berdampak buruk, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga citra kampus. Jasa joki tidak seharusnya ada di lingkungan akademis. Ini bisa membuat empat tahun kuliah mahasiswa menjadi sia-sia. Semoga di masa depan, praktik seperti ini tidak lagi terjadi," ujar Irfan pada tanggal 25 September 2024.

Selain itu, Irfan mengingatkan bahwa menggunakan atau menyediakan jasa joki dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dosen STMIK Indonesia Banjarmasin, Johan, juga memberikan tanggapan terkait fenomena joki tugas di kampus. Menurutnya, keberadaan jasa joki bukanlah hal baru, karena sudah ada sejak lama. Namun, ia menekankan bahwa penyedia jasa seharusnya hanya memberikan arahan atau bimbingan dalam penyusunan tugas akhir, bukan mengerjakan tugas secara penuh.

"Joki seharusnya hanya memberi petunjuk, bukan mengambil alih pekerjaan. Jika mahasiswa menggunakan jasa ini, mereka yang akan menanggung risikonya jika ada kesalahan. Saya menyarankan agar mahasiswa lebih percaya diri dan menghindari cara instan seperti ini," ujar Johan.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun fenomena joki terjadi di banyak kampus, mahasiswa tetap harus berhati-hati. "Penjoki hanya mencari keuntungan, dan ini pada akhirnya merugikan mahasiswa. Diharapkan, mahasiswa bisa menyelesaikan tugas mereka sendiri agar lebih siap menghadapi dunia kerja nantinya," pungkas Johan