Iran Tegaskan Lebanon Bagian Tak Terpisahkan dari Gencatan Senjata Baru

Amat Mamat
Politik
12 April 2026
Iran Tegaskan Lebanon Bagian Tak Terpisahkan dari Gencatan Senjata Baru

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (dok. Reuters)


Teheran menegaskan bahwa Lebanon merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesepakatan gencatan senjata yang baru disepakati. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar segera mematuhi kesepakatan tersebut.


Melalui pernyataan di media sosial X pada Jumat (10/4), Ghalibaf menyebut waktu untuk menghormati gencatan senjata semakin sempit. Ia menegaskan, setiap upaya untuk mengecualikan Lebanon maupun kelompok sekutu Iran dalam Poros Perlawanan dari kesepakatan itu akan memicu respons tegas dari Teheran.


Pernyataan tersebut merujuk pada dokumen resmi Iran yang menjadi bagian dari proposal 10 poin dalam perundingan gencatan senjata dua pekan yang disepakati pada Selasa (7/4). Dalam dokumen itu, Iran menegaskan bahwa Lebanon beserta sekutu-sekutunya masuk dalam cakupan penuh kesepakatan.
Iran juga menyoroti peran Shehbaz Sharif, yang disebut telah secara terbuka membahas posisi Lebanon saat proses mediasi di Islamabad. Menurut Teheran, hal itu memperjelas bahwa tidak ada ruang untuk penafsiran berbeda terkait isi kesepakatan.


Di sisi lain, Iran menuduh Israel telah melanggar gencatan senjata dengan tetap melancarkan serangan udara ke Beirut dan sejumlah wilayah Lebanon lainnya. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang dimediasi oleh sejumlah pihak regional dan internasional, termasuk Pakistan.


Pemerintah Iran menegaskan bahwa gencatan senjata tidak hanya menyangkut kepentingan Iran, tetapi juga menjamin keamanan Lebanon secara menyeluruh. Karena itu, Teheran memperingatkan bahwa setiap pelanggaran atau tafsir sepihak atas kesepakatan tersebut akan mendapat tanggapan keras.


Sumber: detikNews — “Iran Keukeuh Lebanon Bagian Tak Terpisahkan dari Gencatan Senjata” (10 April 2026).